EDITORIAL RDS FM

Edisi 27 Robi’ul Awwal 1433 H/ 20 Februari 2012 M

 

Islam Mengajarkan Kita Berbuat Adil

 

Belakangan santer beredar kabar tentang adanya dugaan pencabulan atau tindakan asusila yang dilakukan oleh seorang tokoh agama di Jakarta berjuluk “Habib H”. Ia ditengarai telah melakukan pelecehan seksual terhadap 11 orang laki-laki sejak tahun 2006-2011. Habib H yang merupakan pimpinan salah satu majelis dzikir di Jakarta itu juga telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan dugaan melakukan pelecehan dengan modus terapi kesehatan terhadap para korbannya. Para korban juga melaporkan percakapan antara mereka dan Habib H yang dinilai mengandung unsur pelecehan seksual.

Kabar ini tentu saja sedikit banyak akan berpengaruh terhadap persepsi sebagian masyarakat terhadap para pemuka agama. Apalagi jika ternyata kabar atau tudingan itu benar. Bisa saja masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap para tokoh agama yang selama ini menjadi panutan.

Yang lebih berbahaya jika kemudian kabar ini dijadikan senjata oleh para musuh Islam baik yang berbaju kafirin maupun munafikin untuk menggiring opini masyarakat awam bahwa agama bukanlah sesuatu yang perlu ditaati karena toh juga tak membawa kebaikan bagi kehidupan seseorang. Mereka bisa saja berargumen bahwa ternyata para ahli agama juga tak menunjukkan sikap yang baik. Ahli agama tukang cabul, dan sebagainya.

Meskipun bagi orang yang sehat akalnya akan berpikir bahwa perilaku seseorang belum tentu menggambarkan tabiat dari ajaran atau keyakinan yang ia anut. Apalagi jika ternyata kelakukan itu hanya dilakukan oleh beberapa gelintir dari penganut ajaran atau keyakinan itu. Bagi orang yang jernih pemikirannya ini, mereka akan menilai benar tidaknya suatu ajaran dari tabiat ajaran itu, bukan semata dari perilaku para penganut ajaran.

Dalam tataran realitas, memang banyak kita jumpai bahwa agama seringkali dijadikan sebagai tameng atau topeng untuk mengelabuhi pandangan orang. Ajaran agama yang luhur sering disalahgunakan untuk memoles sesuatu yang hakekatnya buruk supaya terlihat baik. Coba saja lihat orang yang tersandung perkara atau kasus hukum. Mereka yang sebenarnya bukan orang yang paham agama atau taat beragama tiba-tiba berbusana bak seorang yang soleh di muka pengadilan. Ini tentu menyedihkan, tapi inilah realita.

Apalagi dalam bidang pengobatan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak pengobatan yang berbalut ajaran agama namun dalam prakteknya justru jauh dari tuntunan agama. Mereka menggunakan jimat, rajah, dan serangkaian ritual musyrik untuk dapat mengobati para pasiennya.

Oleh karenanya, sangat penting bagi kita untuk dapat melihat berbagai praktek pengobatan dengan cermat dan teliti. Kita harus benar-benar memastikan bahwa metode pengobatan dan terapis yang melakukan pengobatan itu tidak melanggar aturan syariat yang telah ditentukan oleh Islam. Jangan kita hanya terlena dengan penampilan yang seolah islami namun sejatinya hanya kedok untuk melariskan praktek pengobatan itu.

Bagi seorang Muslim, berobat bukan hanya soal untuk mencapai kesembuhan namun juga meraih keridhoan Allah karena dengan kesehatan kita akan dapat lebih maksimal untuk beribadah kepada Allah ta’ala.

Pertanyaannya, lantas bagaimana dengan kasus ini? Islam tegas mengajarkan kepada ummatnya untuk berbuat adil. Bagi yang terbukti bersalah dan menyimpang dari aturan yang digariskan oleh Islam, maka kepadanya patut diberikan hukuman yang setimpal. Namun bagi yang tidak terbukti bersalah jangan disalah-salahkan. Tidak peduli siapa orang yang tersandung kasus itu. Apakah seorang pejabat atau rakyat jelata, seorang kyai, pemuka agama atau lain sebagainya. Wallahu a’lam bishshowab. Demikian editorial RDS FM untuk kali ini. Wassalam.

Download filenya disini