EDITORIAL RDS FM
Edisi 24 Robi’ul Awwal 1433 H/ 17 Februari 2012 M
Do’a Untuk Suriah
Kebiadaban yang dilakukan oleh rezim pemerintah Suriah di bawah pimpinan Presiden Bashar al-Assad masih terus berlangsung. Puluhan ribu rakyat telah menjadi korban pembantaian sadis yang dilakukan oleh rezim Syi’ah Nushairiyyah itu sejak beberapa tahun silam.
Banyak laporan yang menyebut berapa jumlah korban pembantaian di Suriah. Namun antara satu laporan dengan laporan lainnya seringkali berbeda. PBB misalnya, lembaga negara dunia itu melaporkan sejak Maret 2011 hingga awal tahun ini saja tercatat ada lebih dari 5.400 korban tewas. Namun laporan lain menyebut bahwa korban tewas telah menembus angka 7.000 jiwa. Meski begitu, angka ini diperkirakan belum menunjukkan jumlah korban sebenarnya. Pasalnya, sejak Januari lalu, kabarnya PBB telah menghentikan penghitungan jumlah korban yang tewas di negeri itu.
Hingga kini serbuan dan pembantaian keji yang dilakukan oleh aparat Suriah dilaporkan masih terus terjadi di berbagai daerah seperti kota Homs di Suriah tengah, Distrik Karm al-Zeitun, dan Distrik Qussur. Insiden-insiden baku tembak juga masih sering terjadi di kawasan Hirak, Khirbet Ghazaleh, dan Saida, serta di Nassib, desa yang berbatasan dengan Yordania.
Rezim Nushairiyyah Suriah memang biadab. Mereka tidak hanya membunuh mereka-mereka yang sanggup melawan dengan fisik. Bahkan kepada kaum wanita dan anak-anak yang tak berdayapun mereka tak menunjukkan belas kasihan. Hantaman roket dan butir-butir peluru tak ragu mereka muntahkan secara bengis dan membabi buta.
Pantas kiranya jika dunia, khususnya kita kaum Muslimin mengutuk dan marah terhadap tindakan biadab yang dilakukan oleh para pengikut ajaran Syi’ah Muhammad bin Nushair An-Numairi itu. Ini sekaligus menjadi bukti dan pelajaran bagi kita bahwa dimanapun kaum Muslimin ketika dalam kondisi lemah dan Syi’ah dalam kondisi kuat maka tindakan biadab akan mereka lakukan. Namun jika para penganut sekte Syi’ah itu dalam kondisi lemah maka mereka akan menghiba, mencari muka dan berbaik-baik dengan kaum Muslimin.
Sekali lagi, Suriah hingga kini masih membara. Namun kekuatan dunia bungkam. Tiga negara besar seperti Rusia, China, dan Iran justru secara terang-terangan membela pemerintah Suriah. Sementara negara-negara Arab seolah tak berdaya melakukan pembelaan terhadap saudara-saudara mereka di Suriah. Mengapa? Apakah mereka buta, tuli dan bisu? Ataukah mereka lebih mengutamakan kehidupan dunia sehingga memilih bungkam atas semua kekejaman ini?
Siapapun manusia di dunia ini asalkan masih memiliki perasaan kemanusiaan tentu akan merasa miris dan tergerak hatinya ketika melihat kebiadaban yang terjadi di Suriah. Terlebih bagi kita kaum Muslimin yang digambarkan oleh Rosulullah sebagai satu tubuh, jika satu bagian tubuh sakit maka bagian tubuh yang lain juga akan merasakannya. Maka lebih pantas bagi kita merasa terluka.
Untuk itu maka wujudkanlah keprihatinan, solidaritas serta pembelaan kita terhadap saudara muslim kita di Suriah dengan berbagai cara yang kita mampu. Kalaupun dana dan tenaga tak mampu kita berikan sebagai bentuk pertolongan, setidaknya do’a tulus hendaknya selalu kita lantunkan di setiap kesempatan, khususnya pada waktu dan tempat yang mustajab. Semoga dengan rintihan dan tangisan kita di haribaan illahi, Allah azza wa jalla akan menurunkan pertolongannya kepada kaum Muslimin Suriah. Amin yaa Robbal ‘Aalamin. Wallahu a’lam bishshowab. Demikian editorial RDS FM untuk kali ini. Wassalam.
LUIS: Polri Harus Rehabilitasi Nama Baik ...
MUI Solo dan Laskar Islam Desak ...
Rekaman Audio Diskusi 'Gagal' ...
Jelang Persidangan Pembantai Muslim ...
Dewan Eksekutif Syariah, Program MUI ...
Streaming Radio