SOLO, RDS FM - Sistem dan pola pendidikan saat ini dinilai masih salah kaprah dan jauh dari tujuan pendidikan itu sendiri. Kondisi ini diperparah dengan sikap orang tua yang seringkali lebih mementingkan nilai mata pelajaran daripada penanaman moral dan nilai-nilai dasar bagi anak.

Demikian penilaian pakar pendidikan dan penulis buku, Mohammad Fauzil Adhim dalam seminar parenting bertajuk “Menjaga Fitrah Anak Dari Pengaruh Buruk Pendidikan yang Tidak Islami” yang diselenggarakan Radio Dakwah Syari’ah (RDS FM) di Aula Masjid Fatimah Solo, Senin (23/01).

Fauzil mengkritik beberapa hal yang diajarkan di sekolah-sekolah termasuk sekolah berbasis Islam yang dianggapnya telah mengajarkan ketidakjujuran. Diantaranya adalah ucapan balasan yang diberikan oleh anak-anak ketika ditanya tentang kabar mereka. Para guru biasanya mengajarkan ucapan seperti, ”Alhamdulillah luar biasa Allahu Akbar!” atau ”Alhamdulillah hari ini cerah tanpa masalah”.

”Saya mempelajari tentang pengelolaan kelas, saya juga mempelajari pengelolaan siswa bermasalah. Saya mendapati di pagi hari seharusnya para guru itu mendapatkan informasi yang orisinil dan apa adanya tentang para siswa. Dengan begitu di hari itu guru dapat merumuskan taktik apa yang dapat dipakai supaya belajar dapat efektif dan plong. Nah sekarang ini kan anak-anak diajarkan menipu dirinya sendiri,” tegas Fauzil.

Menurut Fauzil, kalimat yang seolah positif itu tidaklah tepat. Seharusnya, kata dia, para siswa diajarkan bahwa dalam setiap kehidupan manusia tidaklah dapat dipisahkan dari masalah. Hanya saja, yang perlu ditanamkan kepada siswa didik adalah Allah sebagai Sang Pencipta dan Pemelihara jauh lebih besar dan kuasa dari masalah yang dihadapi oleh manusia. Dengan begitu, anak akan memiliki pola pikir Tauhid, meyakini hanya Allah-lah tempat bergantung.

Fauzil menyarankan kepada para orangtua dan pendidik supaya membangun komunikasi yang baik dengan anak. Orangtua juga seharusnya selalu memantau apa saja yang diajarkan di sekolah, bukan hanya memeriksa buku ajar atau tugas rumah yang diberikan oleh pihak sekolah. Dengan begitu, orangtua akan dapat memantau sejauh mana perkembangan buah hatinya.

”Orangtua juga harus belajar bagaimana memuji anak pada saat yang tepat dan bagaimana mengkritik anak di saat yang tepat pula,” saran ayah dari 7 orang anak ini. (nsr)