SOLO - Warga Pasar Kliwon resah, sebabnya di daerah mereka yang dikenal sebagai "kampung Arab" dan mayoritas warganya Muslim berdiri bangunan baru yang disinyalir bakal digunakan sebagai kafe atau pub.
Bangunan baru ini terletak di utara perempatan Pasar Kliwon, atau tepatnya di Jalan Kapten Mulyadi. Menghadap timur, bangunan tiga lantai itu saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
Keluhan warga Pasar Kliwon, terutama di Kelurahan Kedunglumbu disampaikan kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota (LPMK) yang diketuai Said Sungkar, dan wakilnya HM Sungkar.
Ditemui RDS FM di rumahnya di Jalan Kyai Gede no 28, wakil LPMK HM Sungkar menjelaskan panjang lebar mengenai keresahan warga atas bangunan baru yang kuat diduga akan dijadikan kafe tersebut.
Sebenarnya, sejak dulu warga Pasar Kliwon sudah beberapa kali mengalami keresahan seperti ini. Sebagai warga Muslim, mereka tidak nyawan dengan adanya Hotel Beteng Jaya di Jalan Kyai Gede yang diduga sering digunakan ajang maksiat, kemudian adanya Panti Pijat Refresh dan Wismo Sari Nugroho yang tidak ada ijinnya, dan semuanya berada di wilayah Pasar Kliwon. Namun, semua masalah tadi akhirnya bisa diselesaikan dengan musyawarah.
Masalah kembali muncul saat ini, yakni dengan adanya bangunan baru di Jalan Kapten Mulyadi. Warga kuat menduga, bangunan baru yang mereka sebut dengan Toko Surya berlantai tiga itu akan digunakan sebagai kafe. Tapi, sebenarnya bangunan itu sudah ada sejak tahun 2010.
Menurut HM Sungkar, ijin bangunan itu awalnya untuk Warung Internet (warnet) dengan dua lantai. Akan tetapi kenyataannya bangunan itu mempunyai tiga lantai, dan saat ini tidak ada peralatan yang menunjukkan tempat itu akan digunakan sebagai warnet. Sungkar juga mengaku sudah mendatangi bangunan itu, dan kaget dengan tampilan di dalam bangunan yang berbentuk seperti bar. Sementara di lantai dua banyak terdapat kamar-kamar yang tidak diketahui akan digunakan sebagai ruangan aapa.
Sungkar mengaku tidak tahu siapa pemilik Toko Surya itu, tapi ia mendengar informasi pemiliknya adalah keponakan Robby Sumampow, seorang pengusaha nasional asal Solo yang juga dikenal sebagai pemilik Hailai Internasional. Namun info ini belum dapat di klarifikasi kebenarannya.
Dalam pertemuan warga di tahun 2010, sudah disepakati bahwa pembangunan Toko Surya ditolak warga jika digunakan sebagai kafe atau tempat karaoke. Tapi pada tahun 2011 pembangunan itu terus dilanjutkan. Dan menurut Sungkar, bangunan itu nanti akan menjadi gedung karaoke paling modern. Oleh karena itu LPMK kemudian menulis surat aduan kepada Dinas Tata Kota. Akan tetapi, karena surat aduan itu tidak ditanggapi dengan baik, HM Sungkar mewakili masyarakat akhirnya melaporkan ke Front Pembela Islam (FPI).
Sementara itu, usai wawancara dengan HM Sungkar, RDS FM mendatangi bangunan Toko Surya di Jalan Kapten Mulyadi untuk mengklarifikasi informasi dari HM Sungkar. Penanggung jawab Toko Surya bernama Agus menyangkal isu yang mengatakan bangunan tersebut akan dibuat kafe, padahal arsitektur di dalam bangunan itu jelas memperlihatkan display sebuah bar. Agus mengaku lantai bawah akan dibuat sebuah restoran, dan lantai atas baru dalam tahap perencanaan. Agus juga tidak memperbolehkan reporter dari RDS FM naik ke lantai atas untuk melihat ruangan.
Agus mengaku pemilik bangunan bernama Yahya, seorang pengusaha warnet Cyber yang salah satu warnetnya ada di Jalan Juanda nomor 64 atau dekat kantor Paguyuban Masyarakat Surakarta (PMS). Ia mempersilahkan reporter RDS FM untuk menemui Yahya di warnet tersebut.
Habib Tidak Peduli
Kembali ke HM Sungkar, dalam wawancara dengan RDS FM, ia mengaku sangat kecewa dengan kalangan para Habaib di Pasar Kliwon, dan dianggap tidak peduli dengan urusan kafe ini. Kepada RDS FM ia menitipkan pesan "Tolong dimuat ya mas. Kenapa kalangan Habaib di Pasar Kliwon tidak bereaksi terhadapa pembangunan kafe." Padahal mereka mempunyai banyak pengikut, dan paling tidak para Habaib itu dalam ceramahnya menyampaikan kalau warga Pasar Kliwon harus menolak segala pembangunan kafe di wilayah mereka.
ZF
Kafe Baru di Kampung Habaib
Diposting Jum'at, 20-01-2012 | 13:51:22 WIB
Diposting Jum'at, 20-01-2012 | 13:51:22 WIB
Ustadz Muinudinillah: Ulama itu Harus ...
Ratusan Umat Islam Solo Gelar Aksi ...
Aksi Damai Dukung FPI digelar di depan ...
Fujamas Akan Adakan Munasoroh Suriah
Streaming Radio