
Solo, 1/1/2012 – Maraknya aksi Kristenisasi atau Pemurtadan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini (meskipun sejak dulu sudah ada), ternyata mengetuk kepedulian kaum muda, khususnya aktivis kampus untuk ikut andil dalam mencari solusi dari problematika ummat ini yang tak bisa diselesaikan oleh Pemerintah, baik daerah maupun pusat.
Hari Ahad 1 Januari 2012, aktivis kampus dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam Jama’ah Masjid Fadhlurrahman (JMF) UMS mengadakan Seminar Nasional Kristologi bertajuk “Konspirasi Kristen Terhadap Muslim Indonesia dan Upaya Antisipasinya”. Acara sendiri dilangsungkan di gedung Pasca Sarjana lantai 5 Fakultas Psikologi UMS dari jam 09.00 – 12.30 wib.
Acara yang didukung oleh Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsis Surakarta, Baitul Maal DINAR Peduli Solo dan Percetakan IVORIE ini menghadirkan pemateri Ust. Abu Al ‘Iz, Lc.(Ketua FAPB) dan Ust. Sholekhan M.C, Lc. (Ketua DDII Jawa Tengah). Peserta yang hadir sendiri, kebanyakan terdiri dari akademisi dan aktivis kampus yang berasal dari universitas se-Solo Raya.
Dalam pemaparannya dengan judul “Kristenisasi Sebuah Realitas”, Ust. Abu Al ‘Iz menjelaskan bahwa agama Isa Al Masih sekarang ini sudah tidak ada lagi, yang ada adalah agama Saul atau Paulus. Jadi kaum Nashrani sekarang ini memeluk agama bukan sebagaimana keyakinan mereka. Dan jelas ini merupakan kepentingan dari sebagian orang atau pendeta Nashrani. Sebab pendeta-pendeta tersebut tau tentang penyimpangan ini.
“Agama Al Masih sekarang sudah tidak ada. Yang ada sekarang adalah agama Paulus yang mendompleng agama Al Masih Isa alaihis-salam. Sebab agama Isa Al Masih mempunyai Tuhan itu Tunggal. Sedangkan agama Paulus mempunyai konsep Trinitas, yaitu Tuhan ada 3, Tuhan Allah, Tuhan Anak dan Tuhan Ibu. Jadi yang menciptakan Trinitas itu Paulus, dan Paulus itu orang Yahudi. Jadi sebisa mungkin dia ingin menyelewengan manusia dari Tuhan yang Tunggal. Dan hal ini sama halnya ketika zaman Nabi Muhammad saw ada Abdullah bin Saba’ yang menciptakan Syi’ah untuk memecah belah kesatuan umat islam”, Ujarnya berapi-api.
Selain itu, Ustadz yang sangat getol memerangi Kristenisasi didaerah-daerah Indonesia bersama aliansinya yakni Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) juga menjelaskan bahwa air minum dan roti itu simbol dari seseorang yang akan masuk agama kristen. Jadi bila ada orang islam yang minum air putih kemudian dibarengi makan roti pada waktu mereka mengadakan acara, maka dia telah murtad.
“Air putih adalah simbol darah Yesus, dan kue atau roti adalah simbol daging Yesus. Jadi bila air dan roti diminum oleh orang islam yang diajak kedalam acara mereka, maka orang tersebut sudah menyatu dengan Yesus. Dan bila orang itu sudah menyatu dengan Yesus artinya orang tersebut telah Murtad (keluar dari Islam dan masuk agama Kristen)”, Ungkap Ust. Al ‘Iz.
Dengan hal ini tentu sangat jelas sekali bagi umat islam bahwa keyakinan umat Kristen itu adalah Bathil. Sedangkan bagi umat Kristen hal ini tentu bisa menjadi pencerahan dan perenungan apakah selama ini ajaran yang diberikan oleh para pendetanya memang ajaran murni dari Yesus yang kata mereka sebagai juru selamat, atau mereka hanya dikibulin dan dijadikan sebagai kepentingan pribadi untuk menunpuk pundi-pundi uang dari sang pendeta dengan kedustaannya??? Wallahu A’lam Bish-Showab…(Bekti Sejati/KRU FAI)
Ustadz Muinudinillah: Ulama itu Harus ...
Ratusan Umat Islam Solo Gelar Aksi ...
Aksi Damai Dukung FPI digelar di depan ...
Fujamas Akan Adakan Munasoroh Suriah
Streaming Radio