Serangan terhadap gereja kembali terjadi di Nigeria. Seorang pria bersenjata menembaki jemaat sebuah gereja di Nigeria, dan menewaskan enam orang.
Pastor Gereja Johnson Jauro mengatakan pria bersenjata itu masuk ke gereja, kemudian menembaki kerumunan orang di Gereja Gombe, di ibukota negara bagian Gombe.
Dia mengatakan istrinya menjadi salah satu korban tewas. Selain itu, sepuluh orang mengalami luka-luka.
Sebelumnya, kekerasan sektarian dan etnis juga terjadi beberapa waktu lalu di Nigeria. Pemerintah mengumumkan status darurat di sejumlah wilayah negara itu.
"Serangan senjata terjadi secara sporadis. Mereka menembak ke jendela gereja, dan banyak orang tewas termasuk istri saya," kata Jauro kepada Kantor Berita Reuters.
"Jemaat gereja yang menghadiri misa juga banyak yang terluka."
Tidak ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut, tetapi kelompok Islamis Boko Haram mengatakan melakukan serangan bom pada hari Natal lalu, termasuk gereja di ibukota Abuja, yang menewaskan belasan orang.
Kekerasan meningkat
Serangan oleh Boko Haram meningkat tajam dan merupakan masalah utama bagi otoritas Nigeria.
Presiden Goodluck Jonathan berjanji untuk memberantas kelompok tersebut.
Sejumlah negara bagian di sekitar Gombe telah dinyatakan dalam status darurat oleh Presiden setelah bom Natal.
Boko Haram berniat untuk mendirikan negara Islam dan ingin menerapkan hukum Syariah di seluruh Nigeria.
Pengikut Boko Haram juga menyebutkan seluruh aktivitas sosial atau politik yang berkaitan dengan nilai-nilai Barat harus dilarang.
Termasuk memberikan suara di pemilu, serta mendapatkan pendidikan sekular.
Boko Haram menyebutkan negara Nigeria diperintah oleh sekular meski presidennya seorang muslim.
(BBC)
Serangan Terhadap Gereja Terjadi Lagi di Nigeria
Diposting Kamis, 05-01-2012 | 21:37:20 WIB
Diposting Kamis, 05-01-2012 | 21:37:20 WIB
Ustadz Muinudinillah: Ulama itu Harus ...
Ratusan Umat Islam Solo Gelar Aksi ...
Aksi Damai Dukung FPI digelar di depan ...
Fujamas Akan Adakan Munasoroh Suriah
Streaming Radio