Masyarakat New York, Amerika Serikat kini bisa lebih dekat lagi dengan dunia seni Islam setelah Metropolitan Museum of Art (The Met) meresmikan dibukanya kembali sebuah galeri untuk seni Tanah Arab, Turki, Iran, Asia Tengah dan Selatan. Selama renovasi, galeri tersebut tutup selama delapan tahun dan mulai dibuka kembali untuk umum pada 1 November 2011.

Reaksi warga New York sangat luar biasa terutama bagi warga muslim. Mereka merasa lebih dekat, dalam arti punya kesempatan menampilkan warisan kebudayan dan bahan penting dari warga muslim untuk dunia.

Galeri baru tentang kebudayaan Islam itu kini menempati ruangan seluas 1.800 meter persegi yang terdiri atas 15 ruang pamer baru. Ruangan tersebut menampilkan jejak  peradaban Islam dalam rentang lebih dari 13 abad, dari Timur Tengah hingga Afrika Utara, Eropa, dan Asia Tengah dan Selatan. Lebih dari 12.000 karya seni itu diperoleh melalui hadiah dan pembelian selama rentang 140 tahun sejarah Museum ini.

Koleksi utama galeri seni Islam di Metropolitan Museum of Art meliputi Ruang Damaskus dengan ragam hiasan mewah buatan 1707, salah satu contoh terbaik dari rumah orang kaya di Suriah selama periode Utsmani; kaca, logam, dan keramik dari Mesir, Suriah, Irak, dan Iran; beberapa karpet klasik terbaik abad 16 dan 17; Al Quran pada masa awal dan abad pertengahan, lukisan dari kekaisaran ”Shah Jahan Album; dan elemen arsitektur seperti mihrab dari abad 14.

Source: National Geographic Indonesia