Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

RDS TV

News RDS

Agenda RDS

Zona Muslimah

Laporan S3 RDS

Kolom Kru RDS

Kru RDS

Ayo Ngaji Bersama Ust.Muzayyin Marzuki



Kajian rutin setiap Jum'at mulai pukul 06.00 sampai 07.00 WIB bersama Ustadz Muzayyin Marzuki yang bertempat di Masjid Baitussalam Pondok Ngruki Sukoharjo mengkaji Sirah Nabawiyah bahas Siasah Perang. Kaum muslimin bisa turut hadir langsung ke masjid, atau bisa juga menyimak di Radio 101.4 fm  Radio Dakwah Syari'ah.

Ayo Ngaji!
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ ” ، رَوَاهُ مُسْلِمٌ

"Barang siapa menempuh jalan utk menuntut 'ilmu, maka Alloh akan mudahkan jalannya menuju Surga". (H.R.Muslim )


Tatkala Penyia-Nyia Sholat, Pelawak, Pezina dan Pemakan Riba Disiksa


Oleh : Pujo Jati

Kisah ini dibawakan oleh Samurah bin Jundub Radhiyallahu 'anhu. Ngeri. Ngerii sekali. Membayangkannya saja sudah bisa menciptakan air mata turun mengalir karena betapa pedihnya siksa, betapa pedihnya ia.

Sahabatku,

Suatu hari, selepas shalat subuh, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bercerita kepada para sahabatnya tentang kondisi manusia yang mendapat siksa dahsyat di neraka.

"Sesungguhnya malam tadi, demikian Nabi mulai bersabda. "..telah datang kepadaku dua orang. Dalam mimpi keduanya membangunkanku. Lalu keduanya berkata kepadaku: "Berangkatlah!" Lalu aku berangkat bersama keduanya. Lami mendatangi seseorang yang tengah terbaring. Ternyata ada orang lain yang berdiri di atasnya sambil membawa sebongkah batu. Tiba-tiba orang ini menjatuhkan batu itu ke kepala orang yang terbaring tersebut hingga memecahkan batok kepalanya. Lalu batu itu menggelinding ke arahnya kembali, maka iapun mengikuti batu itu lalu mengambilnya. Namun ia tidak segera kembali menjatuhkan batu itu ke kepala orang yang terbaring hingga kepala orang tersebut kembali utuh seperti sedia kala. Ketika kepala orang itu kembali utuh ia ulangi perbuatannya atas orang yang terbaring itu seperti pada kali pertama. Terus begitu.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Aku bertanya kepada keduanya, ’Subhanallah, Mengapa dua orang ini?’.” Keduanya berkata kepadaku : “Berangkat lagi, ayo berangkat lagi!”

"Kemudian kami berangkat lagi. Kami mendatangi orang yang terlentang. Nampak ada orang lain yang berdiri di atasnya sambil membawa semacam kait yang terbuat dari besi. Tiba-tiba ia datangi dari sebelah wajah orang yang terlentang itu, lalu ia merobek mulai dari sebelah mulutnya hingga tengkuknya, mulai dari lubang hidungnya hingga tengkuknya, dan mulai dari matanya hingga tengkuknya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda: “Selanjutnya orang itu berpindah ke sebelah wajah lainnya dari orang yang terlentang tersebut dan melakukan seperti yang dilakukannya pada sisi wajah yang satunya. Belum selesai ia merobek wajah yang lain itu, sisi wajah pertama sudah sehat kembali seperti sedia kala. Maka ia mengulangi perbuatannya, ia lakukan seperti yang dilakukannya pada kali pertama. Terus.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Aku bertanya kepada kedua orang yang menyertaiku itu, ’Subhanallah, mengapa dua orang ini?’." Keduanya berkata kepadaku: “Berangkat lagi, ayo berangkat lagi!”

"Kami pun berangkat lagi. Lalu kami mendatangi sesuatu yang bentuknya seperti tungku pembakaran. Dasarnya luas namun ujungnya sempit. Nabi dan kedua orang tersebut menengok ke dalam. Ternyata di dalamnya ada laki-laki dan perempuan yang semuanya bertelanjang bulat. Tiba-tiba mereka diterpa jilatan api yang datang dari sebelah bawah mereka. Ketika jilatan api itu datang menerpa, mereka berteriak-teriak. Mereka berusaha naik hendak keluar, tatkala hampir sampai jatuh ke bawah lagi.
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Aku bertanya kepada dua orang yang menyertaiku, ’Siapakah mereka itu?’." Keduanya berkata kepadaku: “Berangkat lagi, ayo berangkat lagi!”

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda lagi: “Maka kamipun berangkat. Lalu kami mendatangi sebuah sungai dari darah. Ternyata di sungai itu ada seseorang yang sedang berenang dan hendak menepi. Sementara di tepi sungai ada seseorang yang berdiri menanti. Tatkala orang itu hendak menepi dilemparnya dengan batu ke arah mulutnya dengan keras! Seketika tersungkurlah kembali ia ke sungai penuh darah. Begitu terus.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Aku bertanya kepada dua malaikat yang menyertaiku, ’Siapakah dua orang ini?’." Keduanya berkata kepadaku: “Berangkat lagi, ayo berangkat lagi…!” Dan seterusnya…sampai akhirnya ...

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Aku berkata kepada kedua orang tersebut, ’Malam ini aku benar-benar melihat hal-hal yang sungguh mengerikan. Mengapa kau mengajakku melihat hal-hal tadi?’ Keduanya menjawab: Akan kami ceritakan kepadamu.

"Adapun orang pertama yang engkau datangi dan kepalanya dipecahkan dengan batu, ialah orang yang faham Al Qur'an, namun kemudian ia meninggalkan dan tak mengamalkan isinya, hafalannya tak pernah ia gunakan untuk sholat tahajud di malam hari. Ia sibuk tidur! Lelap!. Dan orang itu diperlakukan demikian hingga hari kiamat.

Sedangkan orang yang engkau datangi, disobek ujung mulut hingga tengkuknya, lobang hidung hinga tengkuknya dan mata hingga tengkuknya, ialah mereka para pelawak, yang gemar membikin kebohongan, yang dengannya ia dikenal sebegitu populer di penjuru dunia sebagi pelawak. Dan orang ini terus diperlakukan demikian seperti yang engkau lihat hingga hari kiamat.

Sedangkan laki-laki serta wanita yang sama-sama telanjang bulat di suatu tempat yang mirip tungku pembakaran adalah mereka para pezina! Para pelacur!

Lalu orang yang engkau datangi tengah berenang di sungai darah sambil terus dilempari batu pada mulutnya ketika hendak menepi adalah pemakan riba.

Allahhhh...!

Nabi pun meyudahi kisahnya, dan menyebutkan bahwa dua orang yang menyertai mereka adalah utusan Allah; Jibril dan Mikail.

Kisah ini dari hadist Nabi, dikeluarkan oleh Bukhori.

Sahabatku,

Mari sejenak merenung, manusia pasti mendamba kebahagiaan dan bukan derita. Maka jangan sampai memupuk suburkan derita di hari sesudah kematian kelak!

Wallahu Al Musta'an

* Shahih Bukhari bersama Fathul Bari (III/252 hadits no. 1386), Kitab Al Jana-iz, bab 9


Kajian Rutin Tafsir Al Qur'an Ustadz Dr. Mu'in, Bahas Surat AL Qashash


Ustadz Dr. Mui'inudinillah Basri 

Kajian rutin setiap Senin mulai pukul 20.00 sampai 21.00 WIB bersama Ustadz Dr. Mui'inudinillah Basri  yang bertempat di Masjid Daman Surakarta mengkaji tafsirul quran. Kaum muslimin bisa turut hadir langsung ke masjid, atau bisa juga menyimak di 101.4 FM.

Ketua MPR: Lima Fraksi Setujui LGBT dan Pernikahan Sejenis


Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Zulkifli Hasan mengungkapkan, saat ini sudah ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) berkembang di Indonesia. Namun Zulkifli enggan menyebutkan nama-nama partai politik yang fraksinya mendukung LGBT tersebut.

"Di DPR saat ini dibahas soal undang-undang LGBT atau pernikahan sesama jenis. Saat ini sudah ada lima partai politik menyetujui LGBT," kata Zulkifli di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jalan Raya Sutorejo Nomor 59, Mulyorejo, Surabaya, Sabtu (20/1).

Dikutip dari laman Republika.co.id, Zulkifli menjelaskan, situasi tersebut menunjukan di negeri ini masih terjadi kesenjangan politik. Kesenjangan politik tersebut dibuktikan dengan banyaknya keinginan masyarakat yang justru berlawanan dengan partai politik atau pun para anggota DPR, yang sejatinya mewakili suara rakyat.

"Saat ini masih terjadi juga kesenjangan politik. Kesenjangan politik seperti apa? Ya lihat saja masyarakat maunya A, tapi partai politik di DPR maunya B," ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional tersebut.

Zulkifli melanjutkan, kesenjangan politik ini lah yang menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus mampu diperbaiki. Apalagi di Indonesia sudah terjadi reformasi sejak 20 tahun lalu.

Dimana, reformasi tersebut merupakan bentuk koreksi dari apa yang dianggap penyimpangan terhadap cita-cita Indonesia merdeka. Cita-cita yang dimaksud adalah agar masyarakat Indonesia bisa hidup sejahtera.


"Bung Karno mengatakan, kita harus merdeka agar bisa bersatu. Kita harus bersatu agar bisa berdaulat. Kita harus berdaulat agar bisa berlaku adil. Kita hatus berlaku berlaku adil agar masyarakat Indonesia sejahtera," kata Zulkifli.

Delapan Parpol Setujui Miras Dijual Bebas


Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Zulkifli Hasan mengungkapkan perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Miras di DPR. Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu pun mengatakan, saat ini sudah ada delapan fraksi di DPR yang menyetujui minuman keras dijual bebas di warung-warung.

"Sekarang ini sudah ada delapan partai politik di DPR yang menyetujui minuman keras dijual di warung-warung," kata Zulkifli di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jalan Raya Sutorejo Nomor 59, Mulyorejo, Surabaya, Sabtu (20/1).

Dikutip dari laman Republika.co.id, Zulkifli enggan mengungkapkan nama-nama partai politik yang fraksinya di DPR menyetujui minuman keras dijual bebas di warung-warung tersebut. Zulkifli hanya menegaskan jika partainya, yakni PAN menolak keinginan tersebut.

"Sudah delapan partai yang setuju (miras dijual di warung-warung), mudah-mudahan berubah. Enggak tahu saya (partai apa saja yang menyetujui) yang pasti PAN nolak. Yang lain urusan partai lain," ujar Zulkifli.

Zulkifli berpendapat, soal peredaran minuman keras tersebut memang harus ditolak tegas. Sebab menurutnya itu akan berpengaruh buruk terhadap ketahanan nasional dan menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.

"Soal miras itu harus kita tolak tegas. Di negara maju model Amerika saja itu diatur ketat, dibatasi. Ini menyangkut masyarakat Indoneaia, menyangkut ketahanan nasional, memyangkut anak-anak kita. Miras betul-betul harus diatur dengan ketat karena berbahaya," kata Zulkifli.

Sebulan Untuk PT. RUM, Pemkab Abaikan Penderitaan Warga


Sebanyak 16 desa di Kecamatan Nguter, Sukoharjo terdampak bau busuk limbah PT. RUM. Bahkan, bau tersebut juga menyebar hingga daerah lainnya seperti Jumapolo, Karanganyar, Selogiri hingga Wonogiri. Banyak warga yang menghirup bau limbah merasakan pusing dan mual. Warga pun meminta Pemkab Sukoharjo untuk meninjau kembali izin operasional PT RUM.

Pemkab seharusnya tak membiarkan masalah ini menjadi berkepanjangan.

Keputusan memberikan waktu sebulan bagi PT. RUM untuk mengatasi polusi adalah kezaliman. Pemkab mengabaikan keluhan masyarakat yang telah berbulan-bulan merasakan mata, sesaknya dada akibat bau beracun limbah demi keberadaan perusahaan.

Alasan apa lagi yang ingin dipertahankan?

4 bulan sudah warga menyesapi bau limbah, hingga dikabarkan jatuh korban, anak-anak sekolah dengan maskeran. Tidakkah hal ini mengusik Pak Bupati dan para pejabat pemerintahan?

Masyarakat sudah sangat menderita. Dengan kondisi demikian, masyarakat masih dengan tertib dan santun mengajukan keluhan mereka dan meminta pemkab untuk mengatasi. Bayangkan betapa hebatnya warga ini, bagaimana jika mereka marah dan membakar pabrik karena tak tahan atas semua ini?

Warga sesungguhnya ingin membantu pemkab. Siapa tahu ada tangan-tangan kuat yang menekan agar PT tersebut tidak diganggu.

Bapak Bupati, warga tidaklah anti investasi. Warga itu tuntutannya sederhana kok. Mereka hanya ingin udara yang sehat, yang bersih serta tidak tercemar limbah.

Persoalan ini akan menjadi pertaruhan bagi pemkab jika gagal mengatasi.

Wallahu a’lam bish showwab

Ayo Ngaji Bersama Ustadz Qodri, Bahas Minhajul Muslim







































Kajian rutin setiap Sabtu mulai pukul 07.15 sampai selesai bersama Ustadz Qodri Fatkhurrohman yang bertempat di Masjid Al Hidayah, Soko, Solo Baru mengkaji Kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairy. Kaum muslimin bisa turut hadir langsung ke masjid, atau bisa juga menyimak di Fanspage Radio Dakwah Syari'ah.

Ayo Ngaji!

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ ” ، رَوَاهُ مُسْلِمٌ

"Barang siapa menempuh jalan utk menuntut 'ilmu, maka Alloh akan mudahkan jalannya menuju Surga". (H.R.Muslim )