Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

RDS TV

News RDS

Agenda RDS

Zona Muslimah

Laporan S3 RDS

Kolom Kru RDS

Kru RDS

Hot Isu - Polemik Kurma Babi, Menista Agamakah?


Tretan Muslim, Coki Pardede, Youtuber dan Komika di Majlis Lucu Indonesia (Foto - Net)
Content creator atau biasa disebut Youtuber, Tretan Muslim dan Coki Pardede sedang ramai dibicarakan di media sosial. Dua orang ini sedang dibicarakan terkait unggahannya yang memantik polemik berujung penistaan agama. Keduanya merupakan komika atau stand up comedian jebolan salah satu televisi swasta.  

Dalam sebuah video, Tretan Muslim-Coki Pardede memasak daging babi dicampur dengan kurma. Keduanya membuat konten video bernama Last Hope Kitchen yang tujuannya memasak tanpa harus mencicipi.

Dalam video itu, Muslim ingin memasak babi yang dinilai haram di agama Islam dicampur dengan kurma. Dia dan Coki Pardede juga seperti biasanya memberi lawakan terhadap suatu obyek.

Dalam video Muslim mengatakan, "Untuk pertama kalinya dalam hidup saya melihat daging babi. Nggak bau ya (pas cium daging babi). Coba kita dengarkan, neraka, neraka, api neraka, babi ini neraka. Saya akan memasak daging babi. Ini keren ya seorang chef memasak tanpa dicicipi. Kalau orang Islam bagian terbaik dari babi, dibuang. Tidak ada yang terbaik dari alharamin. Karena daging babi haram, kita akan campurin unsur-unsur Arab, kurma dan madu. Sangat Arab, sangat Timur Tengah sekali. Kira-kira apa yang terjadi makanan haram babi ini dicampur dengan makanan barokah dari kurma dan madu,"

Coki menimpali, "Sebenarnya karena persiapannya kurang prepare ya, kalau bisa dapatin air zam-zam kan menarik juga dong. Ada daging babi dicampur ini minumnya air zam-zam,"

Coki yang beragama Kristen pun menambahkan, "Jadi bagaimana ceritanya kalau sari-sari kurma masuk ke dalam pori-pori apakah cacing pitanya akan mualaf. Kita tidak tahu dong. Dalam (daging babi) ini kan ada cacing pita,"

Video memasak itu sendiri tampaknya sudah hilang dari list channel YouTube Tretan Muslim. Namun sudah kadung tersebar dan diunggah ulang oleh berbagai akun di sosial media.

Banyak yang berkomentar atas video ini, sebut saja pendakwah Ustadz Derry Sulaiman yang geram dan meminta alamat rumah kedua orang tersebut. Menurutnya, hal ini masuk dalam menista agama dan menjadikannya bahan candaan.

Namun, tak sedikit pula yang menganggap biasa saja. Bahkan menuding berlebihan orang2 yang menilainya menista agama. Hal ini adalah sebuah ‘dark comedy’ dan sarkas atas kondisi sosial hari ini.

Pendengar, apa komentar anda?

Narasumber :

Yan Firdaus
Youtuber - NAF STUDIO

Hot Isu - Air PDAM Solo Semerah Darah, Pencemaran?

Petugas PDAM Solo menunjukkan sampel air PDAM yang berwarna merah darah segar, Rabu (17/10/2018) siang.

Air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surakarta mendadak berwarna merah darah. Akhirnya diketahui bahwa penyebabnya berasal dari pabrik cat di sekitar Banyuanyar, Solo.

PDAM Surakarta awalnya mendapatkan komplain atas kondisi ini dari warga Banyuanyar, Banjarsari. Lokasi tersebut tak jauh dari kediaman Presiden Joko Widodo. Adapun lokasi yang paling parah ialah di RW 12 Kelurahan Banyuanyar. Lokasi tersebut berada di sebelah utara rumah Jokowi.

Kasus limbah pabrik cat yang cemari air PDAM Surakarta terus didalami Dit Reskrimsus Polda Jateng. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja, mengatakan ada 2 fakta yang diperoleh dari pemeriksaan PT Mahkota Citra Lestari.

PT tersebut telah membuang limbah sisa pencucian alat produksi pembuatan bahan kimia tekstil ke saluran PDAM. Kedua, tidak mempunyai IPAL dan tidak mempunyai izin lingkungan.

Sebanyak 6 saksi diperiksa, termasuk pemilik pabrik cat tersebut. 10 barang bukti juga telah diamankan. Jika tidak ada aral melintang, Sabtu ini polisi akan memeriksa saksi dari Dinas Lingkungan Hidup Surakarta kemudian melakukan rekonstruksi di TKP.

Kini, warga Kelurahan Banyuanyar, Banjarsari, Solo, sudah mulai menggunakan air PDAM untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Sebelumnya, mereka dilanda kekhawatiran melihat air PDAM yang mendadak berubah warna menjadi merah darah.

Kepala Cabang Pusat PDAM Kota Surakarta, Sarwono, membenarkan air PDAM yang didistribusikan kepada warga terdampak Banyuanyar tersebut sudah bisa dikonsumsi. Sarwono mengaku pihaknya juga siap untuk mengirimkan tangki air tambahan jika masih khawatir dengan kebersihan air PDAM.

Pendengar, apa komentar anda? Bagaimana bisa limbah masuk ke pam PDAM? Apakah hal ini ketidaksengajaan pabrik ataukah kesengajaan membuang limbah di saluran PDAM yang digunakan warga sehari-hari?

Narasumber :
Ibu Ir. Sri Wardhani Poerbowidjojo, MT
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta

Editorial - Ancaman Bangkrut Peternak Kecil



Puluhan peternak ayam petelur di Solo Raya menggelar aksi demo menyikapi naiknya harga pakan di Solo, Jawa Tengah, Kamis (18/10/2018). Aksi demo diikuti sekitar 40 peternak ayam petelur dipusatkan di Bundaran Gladag Solo. Dalam aksinya mereka membawa berbagai poster berharap pemerintah segera menurunkan harga pakan.

Tak hanya itu, mereka juga membagikan sekitar 700 butir telur ayam kepada para pengguna jalan yang melintas. Pembagian telur secara gratis sebagai bentuk protes kepada pemerintah karena harga telur anjlog.

Selama sebulan terakhir para peternak kesulitan mendapatkan pakan ternak terutama jagung. Tak hanya langka, harga jagung yang mencapai Rp5.250 per kilo ini dirasa memberatkan. Ya maklum saja, wong harga acuan di Kemendag hanya 4000 per kilo, artinya naik hampir 1.250 per kilonya.

Kondisi berbanding terbalik dengan harga telur di tingkat peternak yang hanya Rp16.500 per kilo, sedangkan biaya produksinya yang mencapai 19000 rupiah. Tekor pasti dirasakan para peternak ayam petelur.

Harusnya, pemerintah pusat langsung sigap turun tangan mengatasi kelangkaan serta tingginya harga jagung. Sebab sebelumnya pernah dikatakan bahwa hasil jagung kita surplus sehingga bisa swasembada jagung.

Logika sederhana saja bahwa jagung itu seharusnya murah. Jika kini peternak mengalami kesulitan, bagaimana kejelasan klaim surplus tersebut? Kemana larinya jagung-jagung tersebut di saat peternak membutuhkan?

Harusnya jika stok lebih, tentu harga murah. Sedangkan saat ini, klaim stok lebih namun kenyataannya barang langka dan mahal untuk sebuah komoditi jagung.

Semoga pemerintah bisa cepat melakukan langkah baik jangka pendek maupun panjang. Jika tidak, para peternak kecil akan gulung tikar dan pasar tergantikan oleh para perusahaan peternak besar.

Wallahu a'lam bish showwab

Hot Isu - Harga Pakan Meroket, Harga Telur Anjlog

Ilustrasi telur ayam ( Foto: Antara/Jimmy Ayal)
Puluhan peternak ayam petelur di Solo Raya menggelar aksi demo menyikapi naiknya harga pakan di Solo, Jawa Tengah, Kamis (18/10/2018). Aksi demo diikuti sekitar 40 peternak ayam petelur dipusatkan di Bundaran Gladag Solo. Dalam aksinya mereka membawa berbagai poster berharap pemerintah segera menurunkan harga pakan. 

Tak hanya itu, mereka juga membagikan sekitar 700 butir telur ayam kepada para pengguna jalan yang melintas. Hal itu sebagai wujud protes terhadap rendahnya harga telur dan harga pakan yakni jagung yang meroket. Harga jagung dipasaran saat ini berada di Rp 5.250 per kg.

Naiknya harga pakan ayam sudah terjadi sejak 1,5 bulan. Namun, di tengah harga pakan naik, justru harga telur turun.

Harga pakan jagung sesuai dengan Permendag Rp 4.000 perkilogram. Saat ini harga jagung naik menjadi Rp 5.250 perkilogram. Sehingga membuat peternak kesulitan untuk memenuhi pakan tersebut. Untuk harga telur ayam normal Rp 18.000 - Rp 20.000 perkilogram dari peternak. Saat ini harga telur turun menjadi Rp 15.500 - Rp 16.000 perkilogram

Koordinator aksi Joko Surono berharap pemerintah bisa turun tangan untuk menstabilkan harga pakan ternak. Ia khawatir kenaikan ini terus terjadi hingga 7 ribu rupiah. Pihaknya mengaku akan terus menggelar aksi supaya harga pakan jagung segera diturunkan dan harga telur ayam kembali normal.

Peternak ayam petelur lainnya, Heru Santoso menambahkan, aksinya tersebut murni agar pemerintah segera menurunkan harga pakan dan harga telur ayam kembali normal. Selama ini dirinya memelihara sekitar 30.000 ayam petelur. Setiap harinya harus membutuhkan sekitar 1,5 ton pakan dan 1,6 ton jagung perhari.

Apabila pemerintah tidak segera menurunkan harga pakan jagung, peternak ayam petelur tidak lama lagi akan gulung tikar.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagyo mengatakan, akan melakukan komunikasi dengan pihak terkait, untuk menyikapi permasalahan yang dihadapi para peternak ayam petelur.

Para peternak ayam petelur mengaku sulit menurunkan harga ayam dan telur. Pasalnya, para peternak kini harus menanggung pembengkakan biaya operasional karena imbas pelemahan nilai tukar rupiah.

Selama ini, 80 persen kebutuhan pakan ayam di tingkat peternak masih diimpor dari Brazil dan Argentina. Selain nilai tukar, celakanya, para pemasok pakan juga sedang menaikkan harga.

Saat ini bahan baku ayam protein belum tersedia di dalam negeri. Pakan yang tersedia hanyalah jagung. Itupun, pasokan jagung untuk pakan ternyata belum mencukupi kebutuhan pakan ayam secara nasional.

Pendengar, apa komentar anda soal ketidakstabilan harga ini? Disatu sisi masyarakat senang mendapatkan harga telur yang terlampau murah, di sisi lain peternak ayam petelur harus merugi karena biaya pakan yang tinggi sedang harga telur anjlog.   

Tema Assalamualaikum Indonesia 

Jum’at, 19 Oktober 2018





Hot Isu - Perlukah Gedung DPR Dilindungi Kaca Anti Peluru?


Kaca yang retak akibat terkena tembakan peluru di ruangan anggota DPR Totok Daryanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2018). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Kabar menghebohkan kembali datang dari Senayan. Pada Senin (15/10) lalu, dua ruangan anggota Komisi Tiga DPR RI ditembus peluru. Peluru itu menembus ruangan anggota Komisi Tiga DPR dari Fraksi Partai Gerindra Wenny Warouw di lantai 16 dan anggota Komisi Tiga DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Heri di lantai 13, Gedung Nusantara 1 DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. 

Tidak hanya di kedua ruangan anggota DPR RI itu. Pada Rabu kemarin dua peluru kembali ditemukan di ruang anggota Fraksi PAN Totok Daryanto dan anggota Fraksi Partai Demokrat Vivi Sumantri.

Belakangan diketahui bahwa tembakan nyasar itu tidak terjadi pada Rabu kemarin, namun diduga terjadi pada hari Senin lalu, hari yang sama dengan peluru nyasar yang bersarang di ruang anggota DPR dari fraksi Gerindra dan Golkar. Hanya saja, karena ruangan tersebut kosong ketika kejadian maka baru diketahui adanya peluru yang nyasar ke ruang itu pada Rabu kemarin.

Polisi telah menetapkan dua orang menjadi tersangka kasus peluru nyasar ke gedung DPR RI. Tersangka berinisial IAW (32 tahun) dan RMY (34 tahun) yang merupakan PNS di Kementerian Perhubungan.

Polisi menyimpulkan kedua tersangka melakukan aksi penembakan tersebut bukan karena faktor kesengajaan. Mereka sedang melakukan latihan tembak yang kemudian meleset mengenai gedung DPR RI.

Dari kedua tersangka, polisi menyita dua buah pucuk senjata api jenis Glock 17 dan Akai Custom dengan kaliber 40. Senjata tersebut adalah jenis senjata yang diperuntukkan bagi olahraga. 

Kejadian peluru nyasar ke gedung DPR memunculkan wacana perlunya gedung dewan itu dilindungi dengan kaca anti peluru. Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI mengkaji terkait diperlukannya kaca film yang bisa menahan laju peluru. Menurutnya hal itu perlu lantaran sudah terjadi berkali-kali. Bamsoet menyebut kejadian peluru nyasar ke gedung dewan bahkan sudah terjadi tiga kali.

Beragam komentar pun muncul menanggapi wacana penggunaan kaca anti peluru untuk gedung dewan. Wakil Presiden, Jusuf Kalla menyebut wacana itu berlebihan lantaran anggaran untuk merealisasikan hal itu tidaklah sedikit. JK justru berpandangan perlunya pengawasan dan pembenahan terhadap Lapangan Tembak yang terletak tak jauh dari gedung DPR RI. Nah pendengar, bagaimana komentar Anda terkait wacana ini?

Tema Assalamualaikum Indonesia
Kamis, 18 Oktober 2018

Hot Isu - INDONESIA DARURAT LGBT?


Salah satu sesi acara bertajuk Little Korea di Armada Town Square, Magelang yang dianggap agenda LGBT. Foto : Jawa Pos
Aparat Kepolisian Resor (Polres) Magelang membubarkan sebuah acara bernuansa Korean (K) Pop yang digelar di Armada Town Square (Artos), Kota Magelang, Minggu (14/10/2018). Pembubaran dilakukan menyusul beredarnya isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dalam acara tersebut.

Informasi yang diperoleh Semarangpos.com, isu adanya unsur LGBT dalam acara bertajuk Little Korea itu dihembuskan salah satu organisasi masyarakat (ormas) Islam, Front Pembela Islam (FPI) Kota Magelang. Bahkan, akibat tersebarnya isu itu massa FPI sempat mendatangi mal tempat acara tersebut berlangsung.

Meski demikian, pembubaran oleh FPI urung dilakukan. Aparat Polres Kota Magelang yang datang ke lokasi langsung meminta pihak penyelenggara serta manajemen mal untuk membubarkan acara itu.

Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, saat dihubungi Semarangpos.com, Ahad petang membenarkan pembubaran tersebut. Hari mengatakan alasan pihaknya membubarkan acara bernuansa K-Pop itu. Selain tidak mengantongi izin kepolisian, pihaknya juga tidak ingin terjadi keributan karena adanya isu unsur LGBT dalam acara tersebut.

Hari menyebutkan acara bernuansa K-Pop itu sebenarnya merupakan ajang kompetisi menyanyi dan menari ala Korea. Namun, dalam satu sesi acara itu terdapat lomba makan permen sambil menari secara berpasang-pasangan.

Kendati demikian, pihaknya belum memastikan apakah kegiatan tersebut benar-benar berkaitan dengan LGBT atau tidak. Untuk menjaga kondusivitas, kepolisian telah membubarkan acara tersebut.

Dari penelusuran Tim Berita RDS, ditemukan video yang diposting oleh Lembaga Informasi Front FPI @LembagaF. di salah satu sesi acara tersebut dua orang lelaki tengah berjoget dengan iringan musik korea, anehnya salah satu lelaki tersebut mengenakan pakaian wanita dengan atasan terpotong dan bawahan yang terlampau pendek. Meski laki-laki, namun gerakannya terlihat centil dan kemayu. Pengunjung terlihat memadati acara. 

Pendengar, apa komentar anda? Setujukah pembubaran ini dilakukan? Melihat fenomena seperti ini bagaimana menurut anda?

Tema Hot Isu Assalamualaikum Indonesia
Selasa, 16 Oktober 2018

Editorial - Jerit Tangis Tenaga Honorer

Seorang honorer K2 menangis histeris saat membacakan sebuah puisi yang berisi kritikan dan kekesalan mereka di halaman Kantor BKPSDM Sumedang, Rabu (10/10/18). Panji/Radar Sumedang

Para guru atau pegawai honorer di negeri ini tampaknya harus lebih memanjangkan kesabaran mereka. Harapan mereka, utamanya yang telah berusia di atas 35 tahun untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil menghadapi kendala besar pasca terbitnya Permenpan RB No. 36/2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS 2018 yang menyebut salah satu syarat pengangkatan PNS adalah usia maksimal 35 tahun.

Para guru dan pekerja honorer pun banyak mengkritisi Permenpan RB yang mereka anggap tidak adil, diskriminatif dan menyulitkan mereka untuk meraih impian menjadi PNS. Di beberapa daerah mereka menggelar mogok mengajar atau bekerja. Hal ini sebagai bentuk potes dan kekecewaan atas peraturan menteri tersebut. Namun di sebagian wilayah lainnya mereka lebih memilih untuk melakukan audiensi dengan pemerintah daerah setempat untuk mencari jalan keluar.

Tentu kita bisa memahami betapa berat hidup menjadi tenaga honorer. Mereka harus memutar otak bagaimana supaya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Gaji yang tidak seberapa menjadikan mereka nelangsa. Bayangkan saja jika dalam satu bulan mereka hanya digaji 500 ribu atau kurang dari itu padahal mereka dituntut untuk bekerja full time.

Di sisi lain, nalar permenpan RB itu pun bisa kita pahami sebagai upaya pemerintah untuk merekrut pegawai negeri sipil yang terbilang masih masuk usia produktif. Mereka tentu tak mau terbebani dengan pegawai yang dianggap sudah tidak produktif atau akan segera usai masa produktifnya.

Namun yang perlu digarisbawahi bahwa nalar sebagai pemerintah atau pemimpin tidak boleh berpikir untung rugi dengan rakyatnya. Oleh karenanya perlu dicari jalan terbaik untuk para guru atau tenaga honorer ini. Masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sudah terlalu lama mereka menanti kabar bahagia dari pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan mereka. Pertanyaannya, akankah tangis para honorer ini akan  menyentuh hati pemerintah kita?

Wallahu a’lam bishshowab