Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

RDS TV

News RDS

Agenda RDS

Zona Muslimah

Laporan S3 RDS

Kolom Kru RDS

Kru RDS

Pelecehan Terhadap Muslimah Marak, Masyarakat Harus Waspada


Maraknya aksi pelecahan seksual terhadap muslimah di Solo yang terjadi belakangan meresahkan masyarakat. Dari catatan kejadian, total korban mencapai lebih dari 5 orang dan diperkiran bertambah karena masih ada korban yang takut untuk bercerita.

Memprihatinkan sekali kasus seperti ini. Yang mana belum pernah ada pelaku yang ditangkap, baik di Surakarta atau di Sukoharjo yang mana akhir-akhir ini menteror dan muslimah yang paling sering menjadi korban.

Dilihat dari kronologis kejadiannya, pelaku memang sudah sangat ‘siap’ untuk melakukan aksi ini. Terbukti, pemilihan waktu yang kesemuanya pada subuh pagi hari, lokasi yang terbilang sangat sepi, serta kondisi pelaku yang rapi tertutup identitasnya dengan helm full face dan masker.

Hal ini seharusnya tidak boleh dilihat sebagai fenomena yang biasa. Muslimah harus menjadikan kasus ini sebagai pelajaran supaya meningkatkan kewaspadaan dan upaya sebisa mungkin tidak sendiran jika hendak keluar rumah. Karena wanita sebagai objek sasaran, kerap terlihat lemah dalam kondisi sendiri, hal ini yang membuat pelaku memanfaatkan peluang ini untuk beraksi.

Di satu sisi, peran aparat harus juga pro aktif dalam kasus ini. Jika sudah melihat kasus ini membuat resah warga, maka jangan sampai menunggu laporan warga dulu baru beraksi. Polisi sebagi pengayom dan pelindung masyarakat agaknya harus direalisasikan.

Dari kejadian ini umat Islam terlebih kepada musimah untuk selalu waspada pada lingkungannya. Pelaku dapat melakukan pelecehan karena adanya kesempatan. Ingat, waspadalah!


Wallahu a’lam bish showwab

Resmi Dibuka, Gelaran JUMPA II Diikuti Oleh 650 Peserta


Gelaran Jambore Ukhuwah Pemuda Islam Surakarta (JUMPA) Jilid II telah resmi dibuka pada Jum’at siang kemarin (16/02/2018), di Tawangmangu Camping Resort, Karanganyar.

Panitia yang sebelumnya menargetkan JUMPA II hanya akan diikuti oleh 500 peserta atau 50 grup saja, ternyata di luar dugaan, antusiasme pemuda muslim Soloraya sangat terlihat dengan jumlah peserta yang membludak hingga bertambah mencapai 650 orang.

Acara yang dibuka langsung oleh Ketua DSKS, Ustadz Dr. Muinudinillah Bashri, Lc, MA usai sholat Jum’at ini dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh-tokoh Islam. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa acara ini menjadi pembuktian kesiapsiagaan dan kewaspadaan umat dalam membela Islam.



JUMPA II ini akan berlangsung selama tiga hari dan akan berakhir pada 18 Februari 2018 nanti.


Reporter : Himawan Saputra
Editor : Pujo Jati

Janggal, Musthofa Nahra Sebut Kasus MJ Melebihi Kasus Siyono


Aktifis muda Muhammadiyah, yang juga Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Musthofa Nahrawardaya menyebut, kasus meninggal nya MJ ini polanya serupa kasus Siyono yang juga meninggal usai diperiksa Densus 88.

Bahkan, ia menilai perlakuan yang diterima keluarga korban MJ ini melebihi apa yang diterima oleh keluarga Siyono.

“Jadi kalau keluarga Siyono, tetangga masih bisa nemui, keluarga dekat bisa nemui, tapi kalau saudari ASN (istri MJ) ini benar-benar diperketat, dan tidak boleh siapapun menemui saudari ASN...”, demikian disampaikannya dalam Program Hot Isu RDS FM Senin pagi (15/02/2018)

3 hari pasca kematian MJ, ia juga tidak menemukan berita satupun tentang Muhammad  Jefri di media manapun termasuk media Islam. Hal ini sangat janggal. Dugaan bahwa istri MJ dan keluarga dilarang berbicara dan bungkam kepada media semakin menguat.

Sebelumnya, Muhammad Jefri atau MJ yang sehat saat ditangkap Densus 88 di Jalan Jendral Sudirman, Cipancuh, Haurgelis, Indramayu pada Rabu (7/2) meninggal dan jenazahnya dimakamkan di Tanggamus, Lampung pada Sabtu (10/2). Penyebab kematiannya masih misterius hingga kini.

Reporter : Pujo Jati

DSKS Desak Kapolri Hingga Presiden Jelaskan Kasus MJ


Muhammad Jefri atau MJ yang sehat saat ditangkap Densus 88 di Jalan Jendral Sudirman, Cipancuh, Haurgelis, Indramayu pada Rabu (7/2) meninggal dan jenazahnya dimakamkan di Tanggamus, Lampung pada Sabtu (10/2). Meski demikian, Polri belum menjelaskan terkait penyebab kematian MJ pasca ditangkap.

Menanggapi hal tersebut, Divisi Advokasi Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS) Endro Sudarsono menyampaikan surat terbuka kepada pihak-pihak yang berkompeten atas kasus ini untuk menyelesaikan.

“Ini harus mendapatkan sebuah penjelasan secara utuh baik perkaranya, sebab kematiannya hingga (apa namanya) kenapa itu tidak bisa diperlihatkan (jenazahnya) secara langsung dari keluarga..” ujarnya pada Program Hot Isu RDS FM pagi ini, Kamis (15/02/2018).

Mulai dari Presiden, Kapolri, ormas Muhammadiyah serta NU, dengan harapan bisa membantu masyarakat menjelaskan penyebab kematian MJ yang saat itu sehat berada dalam pemeriksaan Densus 88 lalu pulang dalam kondisi telah meninggal. Pihaknya juga berharap Komnas HAM bisa turut serta dalam penyidikan sebab kematian MJ.

DSKS berharap surat terbuka ini bisa dibaca dan direspon dengan baik, menurutnya kasus seperti ini akan menjadi preseden buruk dan tidak boleh terulang kembali.

Reporter : Pujo Jati

Editor : Pujo 

Editorial - Tuntaskan Polemik Masjid Taman Sriwedari



Temuan baru yang menarik dalam polemik pembangunan masjid raya Sriwedari baru-baru ini disampaikan oleh salah satu anggota FKUB, Ustadz Dahlan.

Dalam audiensi bersama DPRD Surakarta, Ustadz Dahlan pernah menyampaikan pesan Walikota kepada FKUB dalam sebuah kesempatan agar tidak memberi izin mendirikan tempat ibadah kalau tidak ada rekomendasi dari FKUB.

Saat ditanya pernahkah dirinya diajak rembug soal pembangunan masjid raya, diakuinya tidak pernah sama sekali. Bahkan, dirinya tidak pernah diajak rapat sama sekali soal pembangunan ini sampai peletakan batu pertama. Padahal, Ketua FKUB nya adalah Wakil Walikota itu sendiri,  Achmad Purnomo yang juga sebagai ketua panitia pembangunan.

Artinya izin pembangunan masjid raya belum pernah dikeluarkan oleh FKUB sampai saat ini.

Jika ini benar tentu hal ini sangat disayangkan sekali. Syarat pembangunan tempat ibadah yang sangat mendasar sekali tidak diperhatikan dan dipenuhi. Selain memiliki jama’ah yang memadai, adanya tanda tangan persetujuan warga sekitar, juga rekomendasi dari FKUB sebagaimana dahulu pernah diingatkan oleh Walikota sendiri.

Ada proses yang tidak dilewati dalam pembangunan masjid Sriwedari ini, hal ini masyarakat bisa saja menilai ada persoalan di dalamnya. Ada hal yang dipaksakan dalam pembangunan ini.

Sebagai umat Islam tentu tidaklah menolak pembangunan masjid ini. Umat Islam bahagia jika berdiri masjid di jalan protokol. Namun menjadi menolak jika pembangunan masjid hanya karena ingin melunasi janji politik saat kampanye, hingga pembangunannya dipaksakan dan sekarang menimbulkan polemik.

Juga masalah lahan yang dipersoalkan dan dikhawatirkan menjadi masjid dhiror. Sampai saat ini pengadilan mengatakan lahan dimenangkan oleh ahli waris. Yang menjadi masalah, saat polemic terjadi, Badan Pertanahan Nasional mengeluarkan Sertifikat Hak Pakai lahan kepada pemkot Surakarta yang sekarang digunakan sebagai lahan pembangunan.

Padahal, menurut hukum pertanahan kita, BPN tidak boleh mengeluarkan SHP saat lahan masih sengketa. Pertanyaannya apakah hal ini konstitusional? Tentu saja hal ini inkonstusional dan batal demi hukum.

Pemkot harus bisa menjawab dan menyelesaikan masalah tadi. Jangan sampai pembangunan masjid raya yang seharusnya menjadi tempat ibadah dan wadah persatuan umat Islam, justru memunculkan problem-problem di belakang hari.

Wallahu a’lam bish showwab

KH Muhammad Halim 08 02 2018

Silaturahmi ke KH. Helmy Sakdillah (Ketua PCNU Surakarta)



Senin (12/02/2018) siang, kru RDS FM bersilaturahim ke Ketua PCNU Surakarta, KH. Helmy Akhmad Sakdilah SE . Dalam silaturahim singkat ini, beliau berpesan RDS FM harapannya bisa menjadi media dakwah yang bisa diterima oleh semua, menjadi media pemersatu, bahkan bisa menjadi tameng bagi ummat islam dari upaya pemurtadan yang kian luar biasa. Ke depan, sinergi dan kerja sama dakwah Radio RDS FM dengan NU Surakarta akan lebih ditingkatkan insyaallah.